Memilih metode pengiriman merupakan salah satu keputusan penting ketika Anda membeli barang dari China untuk kebutuhan bisnis.
Dua pilihan yang paling umum adalah air freight (pengiriman melalui udara) dan sea freight (pengiriman melalui laut).
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Air freight biasanya dipertimbangkan ketika kecepatan menjadi prioritas, sedangkan sea freight sering dipertimbangkan untuk pengiriman dengan volume lebih besar ketika efisiensi biaya menjadi perhatian utama.
Namun, pertanyaannya bukan sekadar:
“Mana yang lebih murah?”
Pertanyaan yang lebih tepat adalah:
“Metode pengiriman mana yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis saya?”
Artikel ini akan membahas perbedaan air freight dan sea freight dari China ke Indonesia, termasuk kelebihan, kekurangan, biaya, waktu pengiriman, dan jenis bisnis yang dapat mempertimbangkan masing-masing metode.
Apa Itu Air Freight?
Air freight adalah metode pengiriman barang menggunakan transportasi udara.
Barang dikirim dari lokasi asal di China menuju Indonesia melalui jalur penerbangan kargo atau jaringan logistik udara.
Metode ini banyak dipertimbangkan ketika kecepatan menjadi salah satu faktor utama.
Air freight dapat cocok untuk bisnis yang membutuhkan stok lebih cepat atau mengirim barang dengan volume yang relatif kecil.
Kelebihan Air Freight
Beberapa kelebihan air freight antara lain:
- Waktu pengiriman cenderung lebih cepat
- Cocok untuk barang yang membutuhkan replenishment cepat
- Dapat dipertimbangkan untuk barang dengan volume relatif kecil
- Cocok untuk produk dengan nilai relatif tinggi dibanding berat atau volumenya
- Membantu mengurangi waktu barang berada dalam perjalanan
Namun, kecepatan biasanya datang dengan biaya pengiriman yang lebih tinggi dibandingkan opsi laut untuk kondisi pengiriman tertentu.
Apa Itu Sea Freight?
Sea freight adalah metode pengiriman barang menggunakan transportasi laut.
Barang dikirim dari China menuju Indonesia melalui jalur pelayaran menggunakan kapal.
Metode ini banyak dipertimbangkan untuk pengiriman dengan volume atau jumlah barang yang lebih besar.
Kelebihan Sea Freight
Beberapa kelebihan sea freight antara lain:
- Cocok untuk volume barang yang besar
- Dapat menjadi pilihan ketika efisiensi biaya logistik menjadi prioritas
- Cocok untuk pengadaan stok dalam jumlah besar
- Dapat digunakan untuk barang yang tidak membutuhkan waktu pengiriman secepat air freight
Kekurangannya adalah waktu perjalanan umumnya lebih panjang dan proses logistik dapat melibatkan lebih banyak tahapan.
Air Freight vs Sea Freight
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat berikut ini:
| Faktor | Air Freight | Sea Freight |
| Jalur | Udara | Laut |
| Kecepatan | Relatif lebih cepat | Relatif lebih lama |
| Volume | Cocok untuk volume relatif kecil | Cocok untuk volume besar |
| Biaya | Umumnya lebih mahal per unit berat | Umumnya lebih ekonomis untuk volume besar |
| Urgensi | Cocok untuk kebutuhan cepat | Cocok untuk stok yang dapat direncanakan |
| Fleksibilitas waktu | Tinggi | Lebih rendah |
| Pengadaan besar | Perlu dihitung dengan cermat | Sering lebih sesuai |
Perlu diperhatikan bahwa biaya dan waktu aktual dapat berbeda berdasarkan rute, jenis barang, volume, berat, layanan logistik, kondisi operasional, dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, tabel tersebut digunakan sebagai gambaran umum, bukan tarif atau estimasi pasti untuk setiap pengiriman.
Mana yang Lebih Murah, Air Freight atau Sea Freight?
Secara umum, sea freight dapat menjadi lebih ekonomis untuk pengiriman dengan volume besar, sedangkan air freight cenderung memiliki biaya lebih tinggi ketika dihitung berdasarkan berat atau volume.
Tetapi membandingkan harga per kilogram saja belum tentu memberikan gambaran yang benar.
Misalnya:
Air freight:
Biaya per kg lebih tinggi, tetapi barang sampai lebih cepat.
Sea freight:
Biaya logistik dapat lebih ekonomis untuk volume tertentu, tetapi barang membutuhkan waktu lebih lama dalam perjalanan.
Karena itu, biaya harus dilihat bersama dengan kebutuhan bisnis.
Mana yang Lebih Cepat?
Jika fokusnya adalah kecepatan transportasi, air freight lebih cepat dibandingkan sea freight.
Ini menjadi penting ketika bisnis menghadapi kondisi seperti:
- Stok hampir habis
- Ada permintaan mendadak
- Produk sedang memiliki momentum penjualan
- Membutuhkan sample dengan lebih cepat
- Membutuhkan replenishment dalam waktu singkat
Sebaliknya, jika stok dapat direncanakan jauh sebelumnya, waktu perjalanan sea freight mungkin masih dapat diterima.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Air Freight?
Air freight dapat dipertimbangkan jika beberapa kondisi berikut berlaku.
1. Anda Membutuhkan Barang dengan Cepat
Misalnya stok produk tinggal sedikit sementara permintaan sedang meningkat.
Menunggu pengiriman laut mungkin menyebabkan stok kosong.
Dalam kondisi seperti ini, biaya tambahan untuk pengiriman udara dapat dipertimbangkan sebagai biaya untuk mendapatkan stok lebih cepat.
2. Barang Tidak Terlalu Besar
Untuk barang yang ringan atau volume pengirimannya relatif kecil, air freight dapat menjadi pilihan yang praktis.
Namun, perhitungan tetap perlu memperhatikan berat aktual dan berat volumetrik jika penyedia logistik menggunakan dasar tersebut dalam perhitungan tarif.
3. Produk Memiliki Nilai Tinggi
Untuk produk dengan nilai relatif tinggi dibandingkan berat atau volumenya, biaya transportasi udara mungkin lebih mudah diperhitungkan terhadap nilai barang.
Contohnya dapat mencakup kategori produk tertentu yang memiliki ukuran kecil tetapi nilai jual relatif tinggi.
4. Bisnis Mengutamakan Kecepatan
Jika kecepatan pengadaan menjadi bagian penting dari strategi bisnis, air freight dapat dipertimbangkan.
Contohnya:
Produk sedang viral → permintaan naik → stok harus segera ditambah.
Dalam situasi seperti itu, waktu dapat memiliki nilai ekonomi tersendiri.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Sea Freight?
Sea freight dapat dipertimbangkan jika:
1. Barang Berjumlah Banyak
Jika Anda membeli stok dalam jumlah besar, pengiriman laut dapat menjadi opsi yang menarik untuk dihitung.
2. Volume Barang Besar
Barang dengan ukuran besar dapat membuat biaya air freight menjadi tinggi.
Untuk pengadaan dengan volume besar, sea freight dapat menjadi alternatif yang lebih sesuai.
3. Tidak Terburu-Buru
Jika stok dapat direncanakan beberapa waktu sebelumnya, Anda memiliki lebih banyak fleksibilitas untuk menggunakan jalur laut.
4. Ingin Menekan Biaya Logistik
Untuk bisnis dengan margin yang sensitif terhadap biaya pengiriman, sea freight dapat dipertimbangkan karena karakteristik biayanya pada volume tertentu.
Namun, jangan hanya membandingkan biaya pengiriman.
Hitung juga:
Harga Produk + Logistik + Biaya Lain = Total Landed Cost
Apa Itu Berat Volumetrik?
Salah satu hal yang sering membingungkan pemula ketika menggunakan air freight adalah berat volumetrik.
Berat volumetrik digunakan oleh penyedia logistik untuk memperhitungkan ruang yang digunakan sebuah barang.
Artinya, barang yang ringan tetapi berukuran besar dapat dikenakan perhitungan berdasarkan volume.
Contohnya:
Sebuah paket berisi produk ringan tetapi menggunakan kotak yang sangat besar.
Berat aktual mungkin hanya beberapa kilogram, tetapi ruang yang digunakan di pesawat cukup besar.
Karena itu, sebelum menghitung biaya air freight, jangan hanya melihat berat produk.
Perhatikan juga:
Panjang × Lebar × Tinggi
dan tanyakan kepada penyedia logistik bagaimana mereka menghitung berat yang digunakan untuk tarif.
Bagaimana Cara Memilih Air Freight atau Sea Freight?
Gunakan beberapa pertanyaan berikut.
Pertanyaan 1: Seberapa cepat barang dibutuhkan?
Jika sangat cepat → pertimbangkan air freight.
Jika tidak mendesak → sea freight dapat dipertimbangkan.
Pertanyaan 2: Berapa besar volumenya?
Volume kecil → air freight dapat lebih praktis.
Volume besar → bandingkan dengan sea freight.
Pertanyaan 3: Berapa nilai barang?
Barang bernilai tinggi dan relatif ringan dapat lebih mudah dipertimbangkan untuk pengiriman udara.
Pertanyaan 4: Berapa margin bisnis?
Jika margin sangat tipis, biaya logistik perlu dihitung dengan lebih hati-hati.
Pertanyaan 5: Seberapa penting kecepatan?
Jika kecepatan memiliki dampak langsung terhadap penjualan, biaya air freight dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Contoh Sederhana Memilih Metode Pengiriman
Bayangkan Anda memiliki bisnis aksesoris.
Anda menemukan produk yang sedang memiliki permintaan tinggi dan stok di Indonesia hampir habis.
Ada dua pilihan:
Pilihan A — Air Freight
Biaya pengiriman lebih tinggi, tetapi barang dapat tiba lebih cepat.
Pilihan B — Sea Freight
Biaya logistik dapat lebih ekonomis untuk volume tertentu, tetapi Anda perlu menunggu lebih lama.
Jika kehilangan penjualan karena stok kosong diperkirakan lebih besar daripada selisih biaya pengiriman, maka air freight dapat menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan.
Sebaliknya, jika stok masih mencukupi dan Anda sedang melakukan restocking dalam jumlah besar, sea freight dapat menjadi pilihan yang lebih relevan untuk dihitung.
Jadi, biaya pengiriman tidak bisa dipisahkan dari biaya opportunity akibat waktu.
Jangan Hanya Menghitung Ongkos Kirim
Ini bagian yang sering dilupakan pemula.
Misalnya:
Sea freight = Rp10 juta
Air freight = Rp20 juta
Sekilas, sea freight terlihat lebih murah Rp10 juta.
Tetapi jika barang menggunakan sea freight dan membutuhkan waktu lebih lama sehingga Anda kehilangan banyak kesempatan penjualan, selisih Rp10 juta tersebut perlu dilihat dalam konteks bisnis.
Sebaliknya, jika Anda tidak membutuhkan stok dengan cepat, membayar dua kali lipat untuk pengiriman udara mungkin tidak memberikan manfaat yang sebanding.
Karena itu, gunakan pendekatan:
Total Cost + Time + Business Impact
bukan sekadar:
Harga Ongkir
Apakah Air Freight Selalu Lebih Mahal?
Tidak tepat jika dikatakan air freight selalu lebih mahal dalam setiap situasi.
Biaya aktual bergantung pada:
- Berat
- Volume
- Jenis barang
- Rute
- Layanan
- Asal pengiriman
- Tujuan
- Biaya tambahan
- Mekanisme pengiriman
Yang lebih tepat adalah:
Air freight cenderung memiliki biaya transportasi lebih tinggi untuk kondisi pengiriman tertentu, terutama ketika dibandingkan dengan sea freight pada volume besar.
Karena itu, mintalah quotation aktual sebelum membuat keputusan.
Apakah Sea Freight Selalu Lebih Murah?
Juga tidak.
Untuk pengiriman kecil, sea freight belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis setelah memperhitungkan berbagai biaya yang terkait dengan proses pengiriman.
Misalnya, ada biaya minimum, handling, konsolidasi, atau biaya lain yang dapat memengaruhi total biaya.
Jadi, jangan menggunakan asumsi:
“Barang banyak = pasti laut lebih murah.”
Bandingkan total biaya untuk pengiriman yang benar-benar akan dilakukan.
Tips Menghemat Biaya Pengiriman dari China
1. Konsolidasikan Barang
Jika membeli dari beberapa supplier, konsolidasi barang dapat menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan agar pengiriman dapat dikelola secara lebih efisien.
2. Optimalkan Packaging
Packaging yang terlalu besar dapat meningkatkan volume dan pada kondisi tertentu memengaruhi biaya.
3. Hitung Berat dan Volume Sebelum Membeli
Jangan baru menghitung ongkir setelah barang selesai dibeli.
4. Bandingkan Beberapa Opsi
Jika tersedia, bandingkan air freight dan sea freight sebelum melakukan pemesanan.
5. Jangan Terlalu Mengejar Ongkir Termurah
Ongkir murah tidak selalu menghasilkan total biaya terbaik jika waktu pengiriman terlalu lama atau terdapat biaya tambahan.
Bagaimana YuApp Membantu Pengadaan Produk dari China?
Bagi pemula, memilih produk saja sudah cukup menantang.
Setelah itu masih ada proses:
Supplier → Pengadaan → Gudang China → Pengiriman → Indonesia
YuApp dapat menjadi salah satu opsi bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan produk dari China dengan proses yang lebih praktis.
Pilihan pengiriman dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk mempertimbangkan kebutuhan terhadap kecepatan dan volume barang.
Sebelum melakukan pembelian, tetap perhatikan:
- Jenis produk
- Jumlah
- Berat
- Volume
- Total biaya
- Estimasi waktu
- Ketentuan pengiriman
Dengan begitu, keputusan pengiriman tidak hanya berdasarkan harga yang terlihat paling murah.
Checklist Sebelum Memilih Metode Pengiriman
Sebelum memutuskan menggunakan air freight atau sea freight, cek:
☐ Berat barang
☐ Volume barang
☐ Nilai barang
☐ Jenis produk
☐ Jumlah stok
☐ Kebutuhan waktu
☐ Biaya pengiriman
☐ Biaya tambahan
☐ Potensi biaya kepabeanan/pajak
☐ Total landed cost
☐ Dampak waktu pengiriman terhadap bisnis
Jika semua sudah dihitung, keputusan akan jauh lebih mudah.
Kesimpulan
Air freight dan sea freight sama-sama memiliki fungsi masing-masing.
Air freight dapat dipertimbangkan ketika kecepatan menjadi prioritas dan volume pengiriman relatif kecil.
Sea freight dapat dipertimbangkan ketika volume barang lebih besar dan bisnis memiliki waktu yang cukup untuk menunggu pengiriman.
Tidak ada satu metode yang otomatis paling cocok untuk semua bisnis.
Pilihan terbaik bergantung pada:
Berat + Volume + Nilai Barang + Urgensi + Biaya + Dampak terhadap Bisnis
Jadi, sebelum memilih metode pengiriman dari China ke Indonesia, jangan hanya bertanya:
“Mana yang lebih murah?”
Tetapi tanyakan:
“Mana yang menghasilkan total biaya dan waktu yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis saya?”
Dengan cara berpikir tersebut, Anda dapat membuat keputusan logistik berdasarkan kondisi bisnis yang sebenarnya, bukan hanya berdasarkan harga ongkir.

